James Naismith, Henri Coandă, & Arthur Wynne


James Naismith (1861–1939)
James Naismith, penemu olahraga bola basket dan orang pertama yang memperkenalkan pemakaian helm dalam olahraga American football. Lahir di Almonte, Canada West (kini bagian dari Ontario), 6 November 1861.
Tahun 1891, saat bekerja sebagai guru Pendidikan Jasmani (physical education) di YMCA International Training School di Springfield, Massachusetts, beliau diajak untuk mencari cara menghilangkan kebosanan yang dialami murid-muridnya dalam pelajaran olahraga saat musim dingin.
15 Desember 1891, Terinspirasikan sebuah permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Naismith menciptakan permainan yang kemudian dikenal sebagai bola basket. Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah tangan melalui pass (lemparan).
Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Beliau menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.
28 November 1939, Naismith meninggal dunia kurang dari enam bulan setelah menikah untuk kedua kalinya.

Henri Coandă (1886 – 1972 )


Henri Marie Coandă, (lahir 7 Juni 1886 – meninggal 25 November 1972 pada umur 86 tahun) adalah penemu berkebangsaan Rumania, perintis aerodinamika, dan bapak pesawat udara bermesin jet modern. Namanya diabadikan sebagai nama bandar udara di Bukarest, Rumania, Bandara Internasional Henri Coandă.



 Arthur Wynne
Adalah Arthur Wynne seorang wartawan kelahiran Liverpool, Inggris, yang hijrah ke AS sebagai penggagasnya. Ia membuat rubrik baru untuk edisi hari Minggu koran tempatnya bekerja, New York World. Rubrik ringan itu ia maksudkan sebagai teka-teki simpel bagi para pembacanya yang ingin bersenang-senang. Karena itu diberi nama "FUN".
Edisi pertama teka-teki yang ia sebut "Word-Cross Puzzle" itu diterbitkan pada hari Minggu 21 Desember 1913.Teka-Teki Silang (TTS) itu berbentuk berlian dengan tulisan "FUN" pada baris kedua. Adanya kata "FUN" itu membuat TTS ini jadi unik mungkin untuk saat ini juga karena selain nomor sebagai patokan awal penulisan jawabannya, juga ada huruf F dan N. Untuk pertanyaan F-7 (Jawabannya dimulai dengan huruf F dan berakhir di kota angka 7 - 4 huruf) ditanyakan: Part of your head.
Meski pada awalnya ia membuat TTS berbentuk berlian, setelah itu ia membuat TTS dengan banyak variasi. Sekarang rata-rata koran dan majalah pernah memuat TTS. 

 "Word-Cross Puzzle"

Data Catatan Peristiwa Bulan Desember Waktu Nama Peristiwa



15 Desember 1891, James Naismith menciptakan permainan yang kemudian dikenal dengan olah raga bola basket.

16 Desember 1910, Ilmuwan Rumania, Henri Marie Coanda, Melakukan Penerbangan Jarak Pendek pertamanya menggunakan pesawat bermesin jet.

17 Desember 1989, Kerusuhan Besar Melanda Rumania dan Berakhir dengan Runtuhnya Rezim Komunis Nicolae Ceausescu.

18Desember 1990, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan konvensi perlindungan buruh migran dan anggota keluarganya.

19 Desember 1997, Pesawat Boeing 737-300 milik maskapai penerbangan Singapura Silk Air jatuh di sungai Musi, Palembang. Pesawat Jatuh dalam penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta Menuju Singapura.

20 Desember 1999, Portugal Secara Resmi menyerahkan Makau kepada Republik Rakyat China.

21 Desember 1913,  Pria asal Inggris, Arthur Wynne, untuk pertama kalinya menerbitkan permainan teka-teki silang temuannya di surat kabar New York World.

Keruntuhan Komunisme di Rumania


 Warga Rumania merayakan tergulingnya presiden pro-komunis Ceausescu.

 “Rezim komunis Ceausescu di Rumania sangatlah brutal dan tidak ada pihak oposisi. Runtuhnya rezim diktator ini juga berjalan penuh darah dan kekerasan.”


21 Desember 1989 di Bukarest. Nicolae Ceausescu berpidato untuk terakhir kalinya. Rakyat Rumania menyuitinya dan Ceausescu mencoba menenangkan massa tetapi tidak berhasil. Rezim Ceausescu hancur di hari berikutnya. Dan ini juga merupakan awal dari berbagai peristiwa yang sampai sekarang tidak bisa dijelaskan sepenuhnya.
22 Desember 1989, setelah diktatur sudah runtuh tetapi selama berhari-hari masih ada pertikaian antara tentara dan para pejuang elit dari dinas rahasia Securitate yang setia kepada Ceausescu. Mereka sering disebut sebagai teroris. Keadaannya kacau. Tentara menembak rakyat sipil dan saling membunuh. Sekitar seribu orang tewas dalam peristiwa ini. Banyak warga Rumania menganggap aksi kerusuhan ini adalah rekayasa untuk mengesahkan kekuasaan presiden selanjutnya, Ion Iliescu. Sampai sekarang kejadian ini masih menggerakkan hati masyarakat Rumania, karena kebanyakan orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan tidak diidentifikasi atau tidak dihukum. Ini dibantah Iliescu, menurutnya ini hanyalah sebuah omong kosong dan ketidaknormalan sengketa politik.
1989, Ion Iliescu tiga kali terpilih menjadi presiden di era baru Rumania. Ia awalnya adalah anak kesayangan Ceausescu, lalu ia tidak disukai lagi. Selain mengatakan, bahwa dirinya adalah korban dari kekacauan berkarakter teroris itu, Iliescu juga membela proses pengadilan Nicolae dan Elena Ceausescu yang dijalankan secara rahasia di sebuah tribunal militer.
Tanggal 25 Desember 1989, setelah sidang selama dua jam, pasangan diktatur ini dijatuhi hukuman mati dan langsung dieksekusi. Tindakan ini merupakan lelucon yuridis. Namun menurut Iliescu, pemerintahannya bertindak sesuai dengan undang-undang yang dibuat Ceausescu.
Sebagian masyarakat Rumania memuja Iliescu, sebagian lain membencinya dan melihat Iliescu sebagai orang yang mengkudeta pemerintahan Ceausescu. Tetapi setelah itu, di masa pasca komunis, tetap saja menerapkan aturan yang sama dan memakai dinas rahasia Securitate. Radu Filipescu, yang mendekam di penjara selama tiga tahun karena menyebarkan selebaran anti diktator Ceausescu, tidak marah kalau mengingat masa lalu.
"Terlalu tinggi harapannya, kalau kita langsung menginginkan demokrasi yang seimbang. Tidak ada mitra politik dan partai yang kuat untuk ini. Semua partai diawasi dan diinfiltrasi. Karena itu komunisme terus berlanjut. Tetapi setelah 20 tahun, terlepas dari segala rintangan, Rumania telah meraih sasaran-sasaran terpentingnya. Yaitu menjadi anggota NATO dan Uni Eropa. Keadaan ekonomi kita tidak terlalu bagus tetapi kita bisa puas dengan apa yang kita miliki di Rumania.”
Tetapi korban persitiwa akhir Desember 1989 tidak bisa puas. Salah satunya Anghel Cioran, seorang ahli fisika berusia 82 tahun. Anak satu-satunya tewas ditembak prajurit militer di hari Natal 1989. Anghel Cioran dan istrinya tidak akan pernah tahu keadaan sebenarnya saat itu. Kejadian ini hanya dimasukkan ke dalam arsip dan prajuritnya tidak pernah dihukum. Pasangan Cioran masih sedih sampai sekarang. Namun mereka tidak ingin balas dendam. Yang mereka inginkan hanyalah pengakuan Ion Iliescu, bahwa dirinya telah berbuat kesalahan.

Dikutip dari : http://www.dw-world.de/